arj - 15 September 2026 - 08:35
arj
-
15 September 2026
-
08:35
Banyak calon brand owner berpikir bahwa untuk memulai bisnis skincare, mereka harus langsung memiliki banyak varian produk. Mulai dari facial wash, toner, serum, moisturizer, sunscreen, hingga body care. Padahal, memiliki banyak produk sejak awal bukan selalu menjadi strategi terbaik.
Dalam membangun brand skincare, yang lebih penting bukan seberapa banyak produk yang diluncurkan, tetapi seberapa tepat produk tersebut menjawab kebutuhan target konsumen.
Memulai dengan produk yang tepat dapat membantu brand lebih fokus dalam menentukan strategi pemasaran, mengoptimalkan biaya pengembangan, sekaligus membangun kepercayaan konsumen secara bertahap.
1. Mulai dari Produk yang Dibutuhkan Pasar
Langkah pertama dalam membangun brand skincare adalah memahami kebutuhan pasar.
Jangan hanya memilih produk karena sedang viral. Pertimbangkan apakah produk tersebut benar-benar memiliki kebutuhan yang kuat dan sesuai dengan target konsumen yang ingin Anda sasar.
Misalnya, jika target market Anda adalah konsumen yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan, produk sunscreen dapat menjadi pilihan yang relevan. Sementara jika targetnya adalah konsumen yang membutuhkan perawatan kulit sederhana, cleanser atau moisturizer dapat menjadi produk awal yang lebih mudah dikembangkan.
Dengan memahami kebutuhan konsumen, Anda dapat menentukan produk yang memiliki alasan kuat untuk dibeli.
2. Fokus pada Satu atau Beberapa Produk Utama
Memulai bisnis skincare tidak harus langsung dengan banyak SKU.
Anda dapat membangun brand dengan satu hero product atau beberapa produk yang saling melengkapi. Strategi ini membuat komunikasi brand menjadi lebih sederhana dan pemasaran dapat dilakukan secara lebih terarah.
Contohnya, brand dapat memulai dengan:
Tidak harus semuanya diluncurkan bersamaan. Pilih produk yang paling sesuai dengan konsep dan target market brand Anda.
Ketika produk utama sudah mendapatkan respon positif, pengembangan varian berikutnya dapat dilakukan secara bertahap.
3. Formula Berkualitas Menjadi Salah Satu Fondasi Brand
Produk yang menarik secara visual memang dapat membantu menarik perhatian konsumen. Namun, pengalaman konsumen setelah menggunakan produk juga sangat penting.
Karena itu, pengembangan formula perlu mempertimbangkan berbagai aspek, seperti karakteristik produk, target konsumen, bahan yang digunakan, tekstur, aroma, stabilitas, serta klaim atau benefit yang ingin dikomunikasikan.
Formula tidak harus menggunakan sebanyak mungkin ingredients. Yang lebih penting adalah bagaimana ingredients tersebut dipilih dan diformulasikan agar sesuai dengan konsep produk.
Inilah alasan mengapa proses pengembangan formula bersama tim yang berpengalaman menjadi bagian penting dalam bisnis skincare.
4. Jangan Mengabaikan Target Konsumen
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika membangun brand skincare adalah membuat produk untuk "semua orang".
Padahal, setiap kelompok konsumen memiliki kebutuhan dan preferensi yang berbeda.
Anda perlu menentukan target market dengan lebih spesifik, misalnya berdasarkan:
Semakin jelas target konsumen, semakin mudah Anda menentukan konsep produk, formula, kemasan, harga, hingga strategi marketing.
5. Produk Sedikit, Marketing Bisa Lebih Fokus
Bayangkan Anda memiliki banyak produk tetapi belum mengetahui produk mana yang paling potensial.
Strategi pemasaran akhirnya dapat menjadi terlalu luas dan pesan yang disampaikan kepada konsumen kurang fokus.
Sebaliknya, ketika Anda memiliki satu produk utama, seluruh strategi marketing dapat diarahkan untuk memperkenalkan dan membangun awareness terhadap produk tersebut.
Mulai dari konten edukasi, media sosial, influencer marketing, hingga iklan digital dapat dibuat dengan komunikasi yang lebih konsisten.
6. Lebih Efisien dalam Mengelola Biaya
Meluncurkan banyak produk sekaligus tentu membutuhkan biaya yang lebih besar. Bukan hanya biaya produksi, tetapi juga pengembangan formula, packaging, desain, legalitas, stok, marketing, dan distribusi.
Dengan memulai dari produk yang lebih terarah, brand owner dapat mengalokasikan modal secara lebih efisien.
Dana yang tersedia dapat difokuskan pada beberapa hal penting, seperti:
Formula → Packaging → Produksi → Branding → Marketing → Distribusi
Setelah brand mulai mendapatkan traction dan memahami respon konsumen, pengembangan produk baru dapat dilakukan dengan perencanaan yang lebih matang.
7. Dengarkan Respon Konsumen
Setelah produk diluncurkan, pekerjaan brand owner sebenarnya belum selesai.
Justru dari sinilah Anda dapat memperoleh informasi penting mengenai apa yang disukai dan dibutuhkan konsumen.
Perhatikan berbagai feedback, seperti:
Data dan feedback tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan produk berikutnya.
Dengan begitu, pengembangan varian tidak dilakukan hanya berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan kebutuhan dan respon pasar.
8. Kembangkan Brand Secara Bertahap
Brand skincare yang kuat tidak selalu dibangun dengan banyak produk sejak hari pertama.
Anda dapat menggunakan strategi step-by-step product development.
Misalnya:
Tahap 1: Tentukan target market dan konsep brand.
Tahap 2: Pilih hero product yang paling relevan dengan kebutuhan konsumen.
Tahap 3: Kembangkan formula dan packaging.
Tahap 4: Produksi dan launching.
Tahap 5: Evaluasi respon konsumen.
Tahap 6: Kembangkan produk pelengkap berdasarkan peluang pasar.
Strategi ini memungkinkan brand berkembang secara lebih terarah tanpa harus terburu-buru memenuhi katalog dengan banyak produk.
9. Maklon Skincare Bisa Menjadi Solusi untuk Memulai Brand
Bagi calon brand owner yang belum memiliki fasilitas produksi sendiri, layanan maklon skincare dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan produk dengan brand sendiri.
Melalui layanan maklon, proses pengembangan produk dapat dilakukan dengan dukungan tim yang menangani berbagai kebutuhan, mulai dari formulasi, pengembangan produk, packaging, hingga proses produksi dan pendampingan terkait kebutuhan legalitas sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, brand owner dapat lebih fokus pada pengembangan konsep bisnis, branding, pemasaran, dan membangun hubungan dengan konsumen.
Kesimpulan: Tidak Harus Banyak, yang Penting Tepat
Memulai bisnis skincare tidak harus langsung memiliki banyak varian produk.
Justru, memilih produk yang tepat, memahami target market, mengembangkan formula yang sesuai, serta membangun pengalaman konsumen yang baik dapat menjadi fondasi yang lebih penting untuk membangun brand dalam jangka panjang.
Mulailah dari produk yang benar-benar dibutuhkan pasar. Bangun kepercayaan konsumen melalui produk yang berkualitas, kemudian gunakan respon pasar sebagai dasar untuk mengembangkan produk berikutnya.
Satu produk yang tepat dapat menjadi awal dari sebuah brand skincare yang besar.
Wujudkan Brand Skincare Bersama Eshbi Putra Indonesia
Bagi Anda yang memiliki ide untuk membangun brand skincare sendiri, PT. Eshbi Putra Indonesia hadir sebagai partner maklon all-in-one untuk membantu mengembangkan produk dari konsep hingga siap dipasarkan.
Mulai dari pengembangan formula, desain dan packaging, proses produksi, hingga pendampingan kebutuhan produk, tim Eshbi siap membantu Anda membangun brand dengan langkah yang lebih terarah.
Punya ide produk skincare? Jangan tunggu sampai sempurna untuk memulai.
Mulai langkahmu jadi beautypreneur hari ini bersama Eshbi.
Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...
Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....
Baca Selengkapnya >