arj - 01 Oktober 2026 - 08:37
arj
-
01 Oktober 2026
-
08:37
Dunia skincare terus berkembang. Konsumen kini tidak hanya melihat ingredients apa yang digunakan, tetapi juga mulai memperhatikan bagaimana sebuah formula dirancang agar dapat memberikan pengalaman penggunaan dan performa produk yang optimal.
Karena itu, memiliki kandungan aktif yang populer belum tentu menjadi satu-satunya penentu kualitas sebuah skincare. Teknologi formulasi juga memegang peranan penting dalam bagaimana ingredients tersebut bekerja di dalam sebuah produk.
Ingredients Bagus Belum Tentu Cukup
Niacinamide, hyaluronic acid, peptide, ceramide, vitamin C, hingga berbagai botanical extract menjadi ingredients yang banyak digunakan dalam pengembangan skincare.
Namun, memasukkan ingredients tersebut ke dalam formula bukan sekadar mencampurkan berbagai bahan aktif.
Setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang sensitif terhadap pH, mudah teroksidasi, memiliki kelarutan tertentu, atau membutuhkan sistem formulasi khusus agar dapat digunakan secara optimal.
Inilah mengapa formulasi skincare membutuhkan proses yang lebih kompleks daripada sekadar memilih ingredients yang sedang populer.
Teknologi Formulasi Menentukan Bagaimana Formula Bekerja
Teknologi formulasi dapat membantu mengatur berbagai aspek dalam sebuah produk, mulai dari stabilitas, tekstur, kompatibilitas bahan, hingga karakteristik produk saat digunakan.
Contohnya, dua produk dapat menggunakan ingredients aktif yang sama, tetapi memberikan pengalaman penggunaan yang berbeda karena memiliki sistem formulasi yang berbeda.
Mulai dari serum yang terasa ringan dan cepat menyerap, moisturizer dengan tekstur nyaman, hingga sunscreen yang mudah diratakan—semuanya membutuhkan pendekatan formulasi yang tepat.
Dengan begitu, fokus pengembangan skincare tidak hanya pada “apa ingredients-nya?”, tetapi juga “bagaimana ingredients tersebut diformulasikan?”
Peran R&D dalam Mengembangkan Produk Skincare
Di balik sebuah skincare yang siap dipasarkan, terdapat proses Research & Development (R&D) yang tidak kalah penting.
Tim R&D dapat melakukan berbagai tahapan untuk mengembangkan formula sesuai konsep produk, seperti:
Proses tersebut membantu memastikan konsep produk tidak berhenti sebagai ide, tetapi dapat dikembangkan menjadi formula yang lebih terarah dan siap masuk ke tahap produksi.
Skincare Masa Kini: Formula yang Lebih Terarah
Tren skincare juga semakin mengarah pada produk yang memiliki fungsi dan pengalaman penggunaan yang spesifik.
Konsumen dapat mencari produk dengan tekstur tertentu, kebutuhan kulit tertentu, atau kombinasi manfaat dalam satu produk.
Karena itu, brand owner perlu memikirkan produk secara menyeluruh.
Bukan hanya:
“Ingredients apa yang sedang trending?”
Tetapi juga:
“Siapa target konsumennya?”
“Apa kebutuhan mereka?”
“Bagaimana karakter produk yang ingin dibuat?”
“Bagaimana formula dapat mendukung konsep tersebut?”
Pendekatan seperti ini dapat membantu menghasilkan konsep skincare yang lebih relevan dan memiliki arah pengembangan yang jelas.
Saatnya Melihat Skincare Lebih dari Sekadar Ingredients
Ingredients tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan skincare. Namun, ingredients hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan sistem formulasi.
Di balik produk yang nyaman digunakan dan memiliki karakteristik sesuai konsep, terdapat proses R&D, pemilihan bahan, pengembangan formula, pengujian, serta evaluasi yang saling berkaitan.
Bagi brand owner yang ingin mengembangkan produk skincare sendiri, memahami pentingnya teknologi formulasi dapat menjadi langkah awal untuk membangun produk dengan konsep yang lebih matang.
Punya ide skincare untuk brand-mu?
Bersama Eshbi Putra Indonesia, kamu dapat mengembangkan konsep produk melalui proses R&D dan formulasi yang disesuaikan dengan kebutuhan brand.
Dari konsep hingga produk siap jual, kembangkan ide skincare-mu bersama Eshbi.
Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...
Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....
Baca Selengkapnya >