Sertifikasi Halal Kosmetik Bukan Cuma Soal Bahan: Ini yang Sering Bikin Brand Tersendat

Sertifikasi Halal Kosmetik Bukan Cuma Soal Bahan: Ini yang Sering Bikin Brand Tersendat

arj - 05 Oktober 2026 - 10:56

Banyak brand owner mengira proses sertifikasi halal untuk kosmetik cukup dengan satu hal: memastikan tidak ada bahan haram dalam formulasi. 

Padahal, prosesnya tidak sesederhana itu.

Dalam proses sertifikasi halal, yang diperhatikan bukan hanya apa yang ada di dalam produk, tetapi juga bagaimana produk tersebut diproduksi, dikemas, dan dijaga kehalalannya secara konsisten.

Jadi, apa saja yang perlu diperhatikan?

  1. Bahan baku harus jelas asal-usulnya
  2. Fasilitas produksi juga menjadi perhatian
  3. Proses produksi harus terkontrol
  4. Kemasan dan material pendukung perlu diperhatikan
  5. Sistem Jaminan Produk Halal harus berjalan konsisten

Setiap bahan yang digunakan perlu diperhatikan status kehalalannya, termasuk bahan yang mungkin memiliki titik kritis dari sisi sumber atau proses pembuatannya.

Kehalalan produk tidak berhenti di formula. Fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi juga harus memenuhi ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi kontaminasi dengan bahan yang tidak sesuai.

Mulai dari penerimaan bahan, penimbangan, pencampuran, pengisian, hingga penyimpanan, setiap tahapan perlu dijalankan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Bukan hanya isi produknya. Material yang bersentuhan dengan produk maupun komponen tertentu dalam kemasan juga perlu dipastikan sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Ini yang sering luput dari perhatian brand owner. Sertifikasi halal bukan sekadar mendapatkan dokumen, tetapi juga memastikan sistem dan prosedur terkait jaminan halal diterapkan secara konsisten dalam operasional.

Inilah kenapa persiapan halal sebaiknya dimulai sejak awal.

Jangan sampai brand sudah siap launching, formula sudah final, kemasan sudah dicetak, tetapi kemudian menemukan ada bagian dari proses atau material yang perlu disesuaikan.

Karena semakin awal aspek halal dipertimbangkan, semakin mudah brand menyiapkan formula, bahan baku, fasilitas, proses produksi, hingga dokumen pendukungnya.

Bagi brand owner, sertifikasi halal seharusnya bukan dianggap sebagai tahap administratif yang dikerjakan di akhir.

Jadikan halal sebagai bagian dari strategi produk sejak awal.

Di Eshbi Putra Indonesia, kami membantu brand mempersiapkan produk mulai dari formulasi, pengembangan produk, proses produksi, hingga pendampingan legalitas seperti BPOM dan Halal, sehingga brand dapat lebih siap untuk masuk dan berkembang di pasar.

Punya ide produk kosmetik dan ingin mulai dengan persiapan yang lebih matang? Konsultasikan bersama Eshbi Putra Indonesia.

Berita Terpopuler

Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar
Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar

Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...

Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner

OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....

Baca Selengkapnya >