arj - 08 September 2026 - 15:10
arj
-
08 September 2026
-
15:10
Produk sudah banyak yang beli, order terus masuk, tetapi keuntungan bisnis terasa tidak bertambah? Hati-hati, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa bisnis kamu memiliki omzet yang tinggi, tetapi margin keuntungan yang belum optimal.
Dalam bisnis skincare, kosmetik, bodycare, maupun produk kecantikan lainnya, banyaknya penjualan memang menjadi indikator yang positif. Namun, ramai pembeli belum tentu berarti profit besar.
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar penjualan yang terus meningkat benar-benar memberikan dampak terhadap keuntungan bisnis.
Omzet Besar Belum Tentu Profit Besar
Kesalahan yang cukup sering terjadi pada brand owner adalah terlalu fokus pada jumlah produk yang terjual.
Misalnya, sebuah produk terjual 1.000 pcs dengan harga Rp100.000 per produk. Secara sederhana, omzet yang terlihat adalah Rp100 juta.
Namun, angka tersebut belum dikurangi dengan berbagai biaya seperti:
Setelah seluruh biaya dihitung, bisa saja keuntungan bersih yang diperoleh jauh lebih kecil dari yang diperkirakan.
Karena itu, meningkatkan profit bisnis tidak selalu berarti harus menjual lebih banyak produk.
Terkadang, yang perlu dilakukan justru adalah membuat struktur biaya menjadi lebih efisien.
1. Evaluasi HPP Produk
Salah satu faktor paling penting dalam menentukan profit adalah HPP atau Harga Pokok Produksi.
Jika biaya produksi terlalu tinggi sementara harga jual tidak dapat dinaikkan secara signifikan, margin keuntungan akan menjadi semakin tipis.
Brand owner perlu mengevaluasi kembali:
Bukan berarti harus mencari produk dengan biaya produksi paling murah. Yang lebih penting adalah mendapatkan keseimbangan antara kualitas, harga produksi, positioning, dan harga jual.
2. Jangan Terjebak Perang Harga
Produk yang laris terkadang membuat brand owner tergoda untuk terus memberikan diskon.
Promo memang dapat membantu meningkatkan penjualan. Namun jika dilakukan terlalu sering, margin keuntungan bisa semakin kecil.
Contohnya:
Harga jual normal: Rp100.000
Diskon: Rp20.000
Harga setelah diskon: Rp80.000
Jika biaya produk dan biaya pemasaran cukup tinggi, keuntungan per produk bisa menjadi sangat kecil.
Karena itu, strategi promosi sebaiknya tidak hanya berfokus pada "bagaimana menjual lebih banyak", tetapi juga "bagaimana mendapatkan keuntungan yang sehat dari setiap penjualan."
3. Hitung Profit Per Produk, Bukan Hanya Total Penjualan
Coba lihat kembali produk yang kamu jual.
Apakah kamu sudah mengetahui berapa sebenarnya keuntungan bersih dari setiap produk?
Buat perhitungan sederhana:
Profit Bersih = Harga Jual – Total Biaya
Total biaya bukan hanya HPP, tetapi juga biaya pemasaran, marketplace, komisi, promo, dan biaya lain yang berkaitan dengan penjualan.
Dengan mengetahui profit per produk, kamu bisa menentukan:
Data tersebut akan membantu kamu mengambil keputusan bisnis berdasarkan angka, bukan sekadar asumsi.
4. Optimalkan Strategi Bundling
Salah satu cara untuk meningkatkan nilai transaksi tanpa harus terus menaikkan harga produk adalah menggunakan strategi bundling.
Misalnya:
1 produk: Rp100.000
Paket 2 produk: Rp185.000
Paket 3 produk: Rp270.000
Strategi bundling dapat membantu meningkatkan average order value (AOV) atau rata-rata nilai transaksi pelanggan.
Pelanggan mendapatkan penawaran yang terlihat lebih menarik, sementara brand memiliki peluang mendapatkan nilai transaksi yang lebih besar.
Tentunya, harga bundling tetap harus dihitung berdasarkan margin agar promo tidak justru mengurangi keuntungan.
5. Tingkatkan Repeat Order
Mendapatkan pelanggan baru membutuhkan biaya. Kamu perlu mengeluarkan budget untuk iklan, konten, influencer, affiliate, atau berbagai aktivitas marketing lainnya.
Sementara itu, pelanggan yang sudah pernah membeli memiliki potensi untuk melakukan pembelian ulang.
Karena itu, jangan hanya fokus mencari customer baru.
Bangun strategi agar pelanggan kembali membeli melalui:
Semakin tinggi repeat order, semakin besar peluang bisnis mendapatkan revenue berulang dari customer yang sama.
6. Evaluasi Biaya Marketing
Penjualan meningkat karena iklan memang bagus. Tetapi pertanyaannya:
Apakah iklan tersebut benar-benar menghasilkan profit?
Jangan hanya melihat jumlah penjualan dari iklan. Perhatikan juga ROAS, CAC, dan profit setelah biaya marketing.
Jika biaya untuk mendapatkan satu pelanggan terlalu tinggi, omzet bisa terlihat besar tetapi keuntungan tetap kecil.
Artinya, strategi marketing perlu dievaluasi agar budget yang dikeluarkan menghasilkan penjualan yang lebih berkualitas.
7. Pertimbangkan Efisiensi Produksi melalui Maklon
Ketika permintaan produk mulai meningkat, brand owner perlu memikirkan kemampuan produksi dan struktur biaya dalam jangka panjang.
Bekerja sama dengan perusahaan maklon kosmetik dapat menjadi salah satu pilihan untuk brand yang ingin mengembangkan produk tanpa harus membangun fasilitas produksi sendiri.
Dengan sistem maklon, brand dapat bekerja sama dengan manufaktur untuk kebutuhan seperti:
Namun, memilih maklon juga perlu dilakukan dengan cermat. Jangan hanya membandingkan harga produksi per unit.
Perhatikan juga kualitas formula, konsistensi produksi, minimum order, kualitas bahan, packaging, legalitas, serta dukungan pengembangan produk.
Dari Ramai Pembeli Menjadi Bisnis yang Lebih Menguntungkan
Produk yang sudah memiliki banyak pembeli sebenarnya merupakan modal yang sangat berharga.
Artinya, produk kamu sudah memiliki demand di pasar.
Tahap selanjutnya bukan sekadar mengejar lebih banyak penjualan, tetapi mengoptimalkan bisnis agar setiap penjualan memberikan margin yang sehat.
Mulai dari mengevaluasi HPP, menentukan harga jual, mengurangi biaya yang tidak efektif, meningkatkan repeat order, mengoptimalkan marketing, hingga memilih partner produksi yang tepat.
Karena pada akhirnya, bisnis yang sehat bukan hanya tentang seberapa besar omzet yang didapat, tetapi seberapa besar keuntungan yang berhasil dipertahankan.
Sudah Punya Produk yang Laris, Tapi Ingin Margin Lebih Optimal?
Jika brand kamu sudah memiliki pasar dan ingin mengembangkan produk dengan lebih terstruktur, bekerja sama dengan partner maklon yang tepat dapat menjadi salah satu langkah strategis.
PT Eshbi Putra Indonesia membantu brand owner dalam pengembangan produk, formulasi, produksi, hingga kebutuhan pendukung lainnya untuk membantu brand berkembang dari tahap ide hingga siap dipasarkan.
Jangan hanya mengejar produk yang laris. Bangun produk yang laris dan menguntungkan.
Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...
Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....
Baca Selengkapnya >