No Sugar Added ≠ Bebas Gula? Kenali Arti Klaimnya Sebelum Bikin Produk!

No Sugar Added ≠ Bebas Gula? Kenali Arti Klaimnya Sebelum Bikin Produk!

arj - 21 Agustus 2026 - 09:03

Pernah lihat label “No Sugar Added” pada produk minuman, makanan, atau suplemen?

Jangan langsung mengartikannya sebagai “bebas gula”. 👀

Istilah No Sugar Added memiliki makna yang berbeda dengan Sugar Free. Ini penting banget dipahami, terutama buat kamu yang sedang mengembangkan produk melalui maklon dan ingin menggunakan klaim pada kemasan.

🍬 Apa itu “No Sugar Added”?

No Sugar Added berarti selama proses pembuatan produk tidak ditambahkan gula atau bahan pemanis yang dikategorikan sebagai gula tertentu ke dalam formulasi.

Namun, bukan berarti produk tersebut otomatis tidak mengandung gula sama sekali.

Gula bisa saja berasal secara alami dari bahan yang digunakan, misalnya buah, susu, atau bahan pangan tertentu.

🚨 Lalu apa bedanya dengan “Sugar Free”?

Sugar Free memiliki konteks klaim yang berbeda dan penggunaannya harus mengikuti ketentuan regulasi yang berlaku.

Jadi, jangan asal menuliskan “Sugar Free”, “No Sugar Added”, atau klaim sejenis hanya karena formulanya tidak menggunakan gula pasir.

Klaim pada label harus disesuaikan dengan komposisi, kategori produk, ketentuan regulasi, serta hasil pengujian yang relevan.

🔍 Kenapa brand owner perlu memperhatikan ini?

Karena klaim pada kemasan bukan sekadar kata-kata marketing.

Satu klaim yang kurang tepat bisa membuat konsumen salah memahami produk dan berpotensi menimbulkan masalah dalam proses regulasi maupun komunikasi produk.

Sebelum menentukan klaim, pastikan kamu memahami:

✅ Komposisi produk
✅ Sumber gula atau pemanis dalam formula
✅ Kategori pangan/suplemen yang diproduksi
✅ Ketentuan klaim yang berlaku
✅ Data atau pengujian yang mendukung klaim

💡 Jadi, “No Sugar Added” berarti bebas gula?

Belum tentu.

Lebih tepatnya, klaim tersebut perlu dipahami sebagai tidak ada gula yang sengaja ditambahkan dalam proses formulasi, bukan otomatis berarti produk sama sekali tidak memiliki kandungan gula.

Kalau kamu sedang menyiapkan produk wellness, minuman, makanan, atau suplemen untuk brand sendiri, jangan hanya fokus pada formulanya.

Klaim produk juga harus dirancang dengan tepat sejak awal.

Karena produk yang bagus bukan hanya soal rasa dan formula, tapi juga soal keamanan, regulasi, dan komunikasi yang jujur kepada konsumen.

Mau bikin produk wellness dengan klaim yang lebih relevan dan sesuai kebutuhan market? Mulai konsultasikan konsep produkmu bersama Eshbi Putra Indonesia.

Berita Terpopuler

Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar
Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar

Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...

Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner

OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....

Baca Selengkapnya >