Maklon Sunscreen: Ciptakan Produk Sunscreen Nyaman untuk Kebutuhan Konsumen Modern

Maklon Sunscreen: Ciptakan Produk Sunscreen Nyaman untuk Kebutuhan Konsumen Modern

arj - 29 September 2026 - 08:42

Sunscreen bukan lagi sekadar produk pelindung kulit dari paparan sinar matahari. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit, sunscreen kini menjadi salah satu produk yang semakin dekat dengan rutinitas perawatan kulit sehari-hari.

Konsumen tidak hanya mencari sunscreen dengan perlindungan UV, tetapi juga mempertimbangkan tekstur, kenyamanan, daya serap, finishing di kulit, hingga additional benefit yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Hal ini membuka peluang bagi brand owner untuk mengembangkan produk sunscreen dengan karakter yang lebih spesifik dan memiliki positioning yang jelas.

Lalu, bagaimana cara menciptakan produk sunscreen yang sesuai dengan target market?

Sunscreen Harian Harus Nyaman Dipakai

Salah satu tantangan dalam penggunaan sunscreen adalah membuat konsumen merasa nyaman menggunakannya secara rutin.

Produk yang terasa terlalu berat, lengket, meninggalkan white cast, atau kurang nyaman ketika digunakan bersama skincare dan makeup dapat memengaruhi pengalaman konsumen.

Karena itu, konsep sunscreen harian dapat diarahkan pada pengalaman pemakaian yang lebih nyaman, misalnya dengan mempertimbangkan:

  • Tekstur ringan dan mudah diratakan
  • Sensasi nyaman setelah diaplikasikan
  • Mudah digunakan dalam rutinitas harian
  • Finishing yang sesuai dengan karakter kulit dan kebutuhan target market
  • Formula yang dapat dikembangkan dengan additional benefit
  • Kemasan praktis dan sesuai dengan positioning brand

Tentunya, karakter tersebut perlu disesuaikan dengan konsep formula, target konsumen, klaim produk, serta aspek regulasi yang berlaku.

Jangan Hanya Menjual “Sunscreen”, Bangun Konsep Produk yang Jelas

Di tengah banyaknya produk sunscreen di pasaran, brand owner perlu memiliki alasan yang jelas mengapa konsumen harus memperhatikan produknya.

Salah satu caranya adalah dengan menentukan target market dan positioning sejak awal.

Misalnya, sebuah brand ingin menyasar konsumen yang memiliki aktivitas tinggi. Konsep produknya dapat diarahkan pada sunscreen yang praktis dan nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, brand yang menyasar konsumen skincare enthusiast dapat mengeksplorasi konsep sunscreen dengan additional benefit yang relevan dengan rutinitas perawatan kulit.

Dengan begitu, pengembangan produk tidak hanya dimulai dari pertanyaan:

“Mau bikin sunscreen seperti apa?”

Tetapi juga:

“Siapa yang akan menggunakan produk ini dan mengapa mereka membutuhkannya?”

Pertanyaan tersebut dapat membantu menentukan arah formulasi, tekstur, kemasan, hingga komunikasi brand.

Additional Benefit Bisa Menjadi Bagian dari Strategi Produk

Perlindungan terhadap paparan UV tetap menjadi aspek penting dalam produk sunscreen. Namun, brand owner juga dapat mengeksplorasi additional benefit yang relevan dengan kebutuhan target market.

Contohnya adalah konsep sunscreen yang dikembangkan dengan pendekatan:

Sunscreen + Hydrating

Untuk konsumen yang menginginkan perlindungan UV sekaligus sensasi kulit tetap nyaman dan terhidrasi.

Sunscreen + Brightening

Untuk brand yang ingin mengangkat konsep perawatan kulit dengan tampilan kulit lebih cerah dan sehat.

Sunscreen + Skin Barrier Care

Dapat menjadi konsep bagi brand yang ingin menyasar tren perawatan skin barrier.

Sunscreen + Acne Care

Dapat dikembangkan untuk target market dengan kebutuhan skincare yang lebih spesifik.

Namun, pemilihan bahan aktif dan klaim produk tetap harus disesuaikan dengan formula, keamanan, regulasi, serta ketentuan klaim yang berlaku.

Mengapa Riset dan Formulasi Penting dalam Maklon Sunscreen?

Membuat sunscreen tidak cukup hanya dengan menentukan bahan aktif yang sedang populer.

Ada banyak aspek yang perlu diperhatikan agar konsep produk dapat diterjemahkan menjadi formula yang sesuai.

Mulai dari karakter bahan, kompatibilitas formula, tekstur, sensasi ketika diaplikasikan, stabilitas, hingga kesesuaian antara formula dan kemasan.

Karena itu, proses R&D dan formulasi menjadi bagian penting dalam pengembangan produk sunscreen.

Brand owner dapat menyampaikan konsep dan kebutuhan produknya, kemudian berdiskusi dengan tim R&D untuk mengeksplorasi kemungkinan formula yang sesuai dengan positioning produk.

Dari sinilah konsep awal dapat dikembangkan menjadi sampel yang dapat dievaluasi sebelum masuk ke tahap produksi.

Kemasan Juga Menentukan Pengalaman Konsumen

Selain formula, kemasan merupakan bagian penting dari sebuah produk sunscreen.

Sunscreen umumnya digunakan secara rutin dan dibawa dalam berbagai aktivitas. Karena itu, pemilihan bentuk kemasan, ukuran, material, hingga desain visual perlu dipertimbangkan sejak awal.

Brand dapat memilih konsep kemasan yang:

  • Praktis untuk penggunaan sehari-hari
  • Mudah dibawa saat bepergian
  • Sesuai dengan karakter formula
  • Memiliki visual yang menarik
  • Konsisten dengan identitas brand
  • Mendukung positioning produk

Kemasan yang tepat bukan hanya membuat produk terlihat menarik, tetapi juga membantu menciptakan pengalaman penggunaan yang sesuai dengan target konsumen.

Maklon Sunscreen untuk Brand yang Ingin Mulai dari Konsep

Bagi calon brand owner, membangun produk sunscreen dari nol mungkin terasa cukup kompleks.

Mulai dari menentukan konsep, mencari formula, memilih kemasan, melakukan pengujian sampel, mengurus legalitas, hingga mempersiapkan produksi.

Di sinilah jasa maklon sunscreen dapat menjadi salah satu solusi.

Dengan menggunakan jasa maklon, brand owner dapat lebih fokus pada pengembangan brand dan strategi pemasaran, sementara proses pengembangan produk dapat didampingi oleh tim yang berpengalaman.

Di PT. Eshbi Putra Indonesia, pengembangan produk dapat dimulai dari konsultasi konsep sesuai target market dan positioning brand.

Prosesnya dapat mencakup pengembangan formula bersama tim R&D, pembuatan dan evaluasi sampel, pengembangan kemasan, proses legalitas, hingga produksi.

Dengan pendekatan tersebut, brand owner tidak hanya mendapatkan produk jadi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membangun produk dengan konsep yang lebih terarah.

Bangun Sunscreen yang Punya Karakter Brand

Pasar sunscreen terus berkembang dan konsumen semakin memiliki banyak pilihan.

Karena itu, memiliki produk sunscreen saja belum tentu cukup. Brand perlu memiliki konsep yang jelas mengenai siapa target konsumennya, kebutuhan apa yang ingin dijawab, serta bagaimana produk tersebut ingin diposisikan di pasar.

Mulai dari tekstur, formula, additional benefit, kemasan, hingga komunikasi pemasaran dapat dirancang agar saling mendukung.

Punya konsep sunscreen untuk brand-mu sendiri?

Bersama PT. Eshbi Putra Indonesia, kamu bisa mengeksplorasi pengembangan produk mulai dari konsep, formulasi, sampel, kemasan, legalitas, hingga produksi.

Mulai langkahmu jadi beautypreneur hari ini bersama Eshbi.

FAQ Maklon Sunscreen

  1. Apakah bisa membuat sunscreen dengan konsep sendiri?

    Bisa. Konsep produk dapat didiskusikan terlebih dahulu berdasarkan target market, positioning, karakter formula, dan kebutuhan brand.

  2. Apakah sunscreen bisa memiliki additional benefit?

    Konsep sunscreen dapat dikembangkan dengan additional benefit tertentu sesuai kebutuhan produk dan ketentuan formulasi serta klaim yang berlaku.

  3. Apa saja yang perlu disiapkan sebelum maklon sunscreen?

    Brand owner sebaiknya memiliki gambaran mengenai target market, positioning, konsep produk, preferensi tekstur, kemasan, serta kebutuhan produk yang ingin dikembangkan.

  4. Mengapa perlu menggunakan jasa maklon sunscreen?

    Jasa maklon dapat membantu brand owner dalam proses pengembangan produk, mulai dari formulasi, sampel, kemasan, legalitas, hingga produksi sehingga proses pengembangan brand dapat dilakukan lebih terarah.

  5. Bagaimana memulai pengembangan produk sunscreen di Eshbi?

    Proses dapat dimulai dengan konsultasi mengenai konsep produk, target market, dan positioning brand. Selanjutnya, tim dapat membantu mengeksplorasi arah pengembangan formula dan kebutuhan produk.

Berita Terpopuler

Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar
Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar

Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...

Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner

OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....

Baca Selengkapnya >