arj - 13 Oktober 2026 - 14:27
arj
-
13 Oktober 2026
-
14:27
Bagi pemilik brand kosmetik, kemasan bukan hanya soal desain yang menarik dan identitas merek yang kuat. Di balik tampilannya, ada sejumlah ketentuan regulasi yang wajib dipenuhi agar produk dapat dipasarkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Salah satu hal yang kerap luput dari perhatian dalam produk kosmetik maklon adalah pencantuman identitas produsen pada kemasan. Padahal, mencantumkan nama brand owner saja belum tentu cukup untuk memenuhi ketentuan pelabelan yang berlaku.
Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan agar kemasan kosmetik maklon tidak menjadi kendala dalam proses notifikasi BPOM?
1. Nama Brand Owner Saja Tidak Cukup
Dalam sistem maklon, pemilik merek dan pihak yang memproduksi kosmetik bisa merupakan dua entitas yang berbeda. Brand owner berperan sebagai pemilik merek, sedangkan pabrik maklon menjalankan proses produksi.
Karena itu, informasi pada kemasan perlu disusun dengan tepat, termasuk identitas pihak yang bertanggung jawab dan keterangan produsen sesuai ketentuan yang berlaku.
Kesalahan dalam mencantumkan identitas ini dapat menimbulkan ketidaksesuaian dokumen dan label yang perlu diperbaiki dalam proses notifikasi BPOM.
Tips untuk brand owner: Pastikan identitas produsen pada desain kemasan telah dikonfirmasi bersama pihak pabrik maklon sebelum desain masuk ke tahap cetak massal.
2. Ukuran Huruf dan Keterbacaan Label Juga Penting
Desain minimalis memang sedang diminati. Namun, jangan sampai estetika mengorbankan keterbacaan informasi wajib pada kemasan.
Informasi seperti nama produk, komposisi, cara penggunaan, peringatan jika diperlukan, serta keterangan lain yang diwajibkan harus disajikan sesuai ketentuan pelabelan yang berlaku.
Ukuran huruf, kontras warna, penempatan teks, dan luas bidang kemasan perlu diperhatikan sejak awal. Tulisan yang terlalu kecil atau sulit dibaca berpotensi membuat label tidak memenuhi persyaratan.
Tips untuk brand owner: Lakukan pemeriksaan label secara menyeluruh, bukan hanya pada tampilan desain di layar, tetapi juga pada ukuran kemasan dan hasil cetak sebenarnya.
3. Posisi Informasi Wajib Tidak Boleh Diabaikan
Setiap informasi pada label memiliki fungsi masing-masing. Oleh karena itu, penempatannya tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan pertimbangan estetika.
Desain yang terlalu padat, penggunaan elemen dekoratif berlebihan, atau pembagian informasi yang kurang tepat dapat membuat keterangan wajib sulit ditemukan dan dibaca.
Sebelum desain difinalisasi, pastikan seluruh informasi wajib telah dicantumkan dan ditempatkan sesuai ketentuan yang berlaku untuk jenis serta bentuk kemasan produk.
4. Klaim Produk Harus Konsisten dengan Dokumen Notifikasi
Pernah ingin menambahkan klaim seperti brightening, anti-aging, atau klaim manfaat lainnya agar produk terlihat lebih menarik?
Sebaiknya, pastikan terlebih dahulu bahwa klaim tersebut sesuai dengan ketentuan kosmetik, memiliki dasar pendukung yang memadai, dan konsisten dengan dokumen produk yang diajukan.
Perubahan klaim pada tahap desain, meskipun terlihat sederhana, tetap perlu ditinjau. Klaim pada kemasan, materi promosi, dan dokumen terkait tidak boleh dibuat secara sembarangan atau memberikan kesan manfaat yang tidak sesuai dengan karakteristik kosmetik.
Tips untuk brand owner: Jadikan klaim produk sebagai bagian dari proses pengembangan sejak awal, bukan sekadar tambahan saat desain kemasan hampir selesai.
5. Jadikan Pemeriksaan Label sebagai Tahap Wajib Sebelum Produksi
Salah satu cara mengurangi risiko revisi adalah melakukan pemeriksaan label sebelum kemasan dicetak dalam jumlah besar.
Berikut beberapa hal yang perlu masuk dalam daftar pemeriksaan:
Perlu diingat, pemenuhan ketentuan label merupakan bagian dari kepatuhan produk secara keseluruhan. Kelengkapan kemasan saja tidak otomatis menjamin notifikasi BPOM akan disetujui.
Mengacu pada Peraturan BPOM No. 18 Tahun 2024
Ketentuan mengenai penandaan kosmetik perlu dipahami oleh setiap pemilik brand yang ingin membangun bisnis secara profesional dan berkelanjutan.
Namun, penerapan setiap persyaratan tetap perlu dilihat berdasarkan ketentuan yang relevan, karakteristik produk, dan kondisi kemasannya. Untuk memastikan akurasi, periksa naskah resmi Peraturan BPOM No. 18 Tahun 2024 beserta ketentuan terkait yang berlaku sebelum menetapkan desain akhir.
Bagi brand owner yang menggunakan jasa maklon, koordinasi antara pemilik merek, pabrik maklon, dan pihak yang menangani regulasi menjadi langkah penting agar proses pengembangan produk berjalan lebih terarah.
Eshbi Siap Mendukung Perjalanan Brand Kosmetikmu
Membangun brand kosmetik bukan hanya tentang menciptakan produk yang menarik, tetapi juga memastikan setiap detailnya dipersiapkan dengan baik, termasuk aspek kemasan dan kepatuhan regulasi.
Dengan perencanaan yang tepat sejak awal, kamu dapat meminimalkan risiko revisi yang tidak perlu dan mempersiapkan produk secara lebih profesional.
Jangan tunggu sampai kemasan selesai dicetak untuk memeriksa labelnya. Pastikan semuanya sudah ditinjau sebelum produk melangkah ke tahap berikutnya.
Eshbi percaya bahwa brand yang kuat dibangun bukan hanya dari tampilan yang menarik, tetapi juga dari perhatian terhadap kualitas, detail, dan kepatuhan.
Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...
Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....
Baca Selengkapnya >