arj - 18 September 2026 - 09:51
arj
-
18 September 2026
-
09:51
Tren skincare terus berubah. Hari ini satu bahan aktif sedang viral, besok bisa muncul produk dengan klaim dan konsep baru yang lebih menarik perhatian. Kondisi ini memang membuka peluang bagi calon brand owner, tetapi mengikuti tren tanpa strategi bukan jaminan produk akan laku.
Produk yang sukses di pasaran bukan hanya karena viral, tetapi karena mampu menjawab kebutuhan konsumen dan memiliki strategi bisnis yang jelas.
Viral Belum Tentu Cocok untuk Brand Kamu
Ketika melihat produk skincare yang sedang ramai di media sosial, wajar jika muncul keinginan untuk membuat produk serupa. Namun, sebelum mengambil keputusan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
Apakah produk tersebut sesuai dengan target market yang ingin kamu tuju?
Apakah konsumenmu benar-benar membutuhkan produk tersebut?
Apakah harga jualnya sesuai dengan daya beli target market?
Dan yang tidak kalah penting, apakah konsep produk tersebut sesuai dengan positioning brand yang ingin dibangun?
Jika jawabannya belum jelas, sebaiknya jangan terburu-buru masuk ke tahap produksi.
Kenali Target Market Sebelum Menentukan Produk
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan calon brand owner adalah menentukan produk terlebih dahulu, kemudian baru mencari konsumennya.
Padahal, strategi yang lebih terarah dapat dimulai dari memahami siapa calon konsumennya.
Misalnya, kamu ingin menyasar konsumen dengan aktivitas tinggi. Mereka mungkin membutuhkan skincare yang praktis, ringan, mudah digunakan, dan cocok dimasukkan ke dalam rutinitas harian.
Sementara itu, target market yang memiliki kebutuhan skincare berbeda tentu membutuhkan pendekatan produk, komunikasi, hingga strategi pemasaran yang berbeda pula.
Semakin jelas target market, semakin mudah kamu menentukan:
Jangan Hanya Bertanya, “Apa yang Sedang Viral?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Apa yang sedang dibutuhkan target market saya?”
Tren bisa menjadi sumber inspirasi, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya dasar dalam menentukan produk.
Lakukan riset sederhana mengenai masalah yang sering dialami konsumen, kebiasaan penggunaan skincare, preferensi tekstur, kisaran harga, hingga alasan mereka memilih suatu produk.
Dengan begitu, kamu tidak sekadar membuat produk yang sedang tren, tetapi membangun produk yang memiliki alasan untuk dipilih oleh konsumen.
Produk yang Baik Membutuhkan Strategi yang Baik
Memiliki formula yang berkualitas merupakan bagian penting dalam membangun brand skincare. Namun, produk yang bagus tetap membutuhkan positioning dan strategi pemasaran yang tepat.
Bayangkan kamu memiliki produk dengan formula yang menarik, tetapi target market-nya tidak jelas. Konten yang dibuat pun tidak memiliki arah, harga tidak sesuai dengan pasar, dan konsumen tidak memahami apa keunggulan produk tersebut.
Hasilnya, produk bisa sulit berkembang meskipun kualitasnya baik.
Karena itu, sebelum masuk ke tahap produksi, pastikan kamu sudah memiliki gambaran mengenai siapa yang ingin kamu layani, masalah apa yang ingin kamu bantu jawab, dan bagaimana produk tersebut akan dipasarkan.
Mulai Brand Skincare dengan Arah yang Lebih Jelas
Membangun brand skincare bukan sekadar membuat produk dan memasang logo di kemasan. Ada proses yang perlu dipikirkan mulai dari konsep produk, formulasi, packaging, legalitas, produksi, hingga strategi pemasaran.
Di sinilah memilih partner maklon yang tepat dapat membantu proses pengembangan brand menjadi lebih terarah.
PT. Eshbi Putra Indonesia hadir sebagai partner maklon untuk membantu calon brand owner mengembangkan produk dari konsep hingga siap dipasarkan.
Mulai dari konsultasi produk, formulasi, desain dan packaging, proses legalitas, hingga produksi, setiap tahap dapat dipersiapkan sesuai dengan konsep dan kebutuhan brand.
Jadi, jangan hanya bertanya:
“Produk apa yang sedang viral?”
Mulailah bertanya:
“Produk apa yang benar-benar dibutuhkan target market saya?”
Karena membangun brand yang kuat bukan tentang siapa yang paling cepat mengikuti tren, tetapi tentang siapa yang mampu memahami pasar dan menciptakan produk dengan arah yang jelas.
Punya ide brand skincare sendiri? Jangan asal ikut tren. Konsultasikan konsep produkmu bersama Eshbi!
Konsultasi gratis dan mulai wujudkan brand skincare impianmu bersama Eshbi.
Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...
Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....
Baca Selengkapnya >