Bukan Sekadar Banyak Bahan Aktif, Ini Cara Memilih Ingredients untuk Formula Skincare Brand Kamu

Bukan Sekadar Banyak Bahan Aktif, Ini Cara Memilih Ingredients untuk Formula Skincare Brand Kamu

arj - 15 September 2026 - 08:30

Bahan aktif bisa menjadi salah satu daya tarik sebuah produk skincare. Nama seperti Niacinamide, Hyaluronic Acid, Alpha Arbutin, Ceramide, Vitamin C, hingga Salicylic Acid sering menjadi pertimbangan konsumen ketika memilih produk.

Namun, formula skincare yang baik bukan berarti memasukkan sebanyak mungkin bahan aktif ke dalam satu produk.

Justru, pemilihan ingredients yang tepat dan formulasi yang seimbang menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan produk skincare yang nyaman digunakan, sesuai dengan konsep brand, dan memiliki nilai jual di pasaran.

Bagi kamu yang ingin membangun brand skincare sendiri melalui maklon skincare, memahami dasar pemilihan bahan aktif bisa menjadi langkah awal yang penting.

Mengapa Pemilihan Bahan Aktif Penting dalam Skincare?

Setiap bahan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Ada ingredients yang berfokus pada hidrasi, membantu menjaga skin barrier, mencerahkan tampilan kulit, mengontrol minyak, hingga membantu merawat kulit berjerawat.

Karena itu, ingredients sebaiknya tidak dipilih hanya karena sedang viral.

Pemilihan bahan perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti:

  • Kebutuhan dan kondisi kulit target konsumen
  • Benefit utama yang ingin ditawarkan
  • Jenis dan tekstur produk
  • Kompatibilitas antar bahan
  • Stabilitas formula
  • Kenyamanan saat digunakan
  • Konsep dan positioning brand
  • Klaim produk yang dapat dikomunikasikan secara tepat

Dengan pendekatan tersebut, produk yang dikembangkan tidak hanya terlihat menarik dari daftar ingredients, tetapi juga memiliki konsep yang lebih jelas.

Jangan Terjebak pada Konsep “Semakin Banyak Bahan Aktif, Semakin Bagus”

Salah satu kesalahan yang bisa terjadi ketika mengembangkan skincare adalah mencoba memasukkan terlalu banyak bahan aktif sekaligus.

Misalnya, sebuah serum ingin memiliki manfaat hidrasi, brightening, anti-aging, acne care, oil control, dan skin barrier dalam satu formula. Semua ingredients yang dianggap populer kemudian dimasukkan ke dalam satu produk.

Sekilas memang terlihat menarik.

Namun, banyak ingredients bukan otomatis berarti formula lebih baik.

Terlalu banyak komponen dapat membuat proses formulasi menjadi lebih kompleks. Selain itu, setiap bahan memiliki karakteristik, kebutuhan pH, konsentrasi penggunaan, dan tingkat kompatibilitas yang perlu diperhatikan.

Karena itu, lebih baik menentukan hero ingredients atau bahan utama yang paling relevan dengan konsep produk, kemudian mendukungnya dengan ingredients lain yang sesuai.

1. Tentukan Target Konsumen Terlebih Dahulu

Sebelum memilih bahan aktif, brand owner perlu mengetahui siapa yang akan menggunakan produknya.

Apakah produk ditujukan untuk:

  • Remaja dengan kulit berminyak?
  • Konsumen dengan kulit kering?
  • Kulit sensitif?
  • Konsumen yang mencari produk brightening?
  • Pria yang menginginkan skincare praktis?
  • Konsumen yang fokus pada skin barrier?
  • Pengguna skincare yang mencari produk anti-aging?

Target konsumen akan membantu menentukan arah formulasi.

Sebagai contoh, jika target produk adalah konsumen yang menginginkan hidrasi dan skin barrier, maka konsep formula dapat diarahkan pada kombinasi ingredients yang mendukung kelembapan dan fungsi barrier.

Sementara itu, jika konsepnya adalah brightening skincare, pemilihan ingredients dapat difokuskan pada bahan-bahan yang sesuai dengan manfaat tersebut.

2. Pilih Ingredients Berdasarkan Konsep Produk

Setelah target konsumen ditentukan, langkah berikutnya adalah membuat konsep produk.

Misalnya kamu ingin membuat serum dengan konsep:

“Daily Brightening Serum untuk kulit kusam.”

Dari konsep tersebut, pemilihan ingredients dapat diarahkan pada bahan yang mendukung tampilan kulit lebih cerah dan tetap nyaman digunakan dalam rutinitas harian.

Dengan demikian, ingredients yang digunakan memiliki hubungan yang jelas dengan positioning produk.

Hal ini juga membantu brand owner ketika membuat komunikasi pemasaran karena produk memiliki satu pesan utama yang lebih mudah dipahami konsumen.

3. Perhatikan Kompatibilitas Formula

Ingredients tidak dapat dipilih secara terpisah.

Setiap bahan perlu diperhatikan kompatibilitasnya dengan bahan lain yang digunakan dalam formula. Faktor seperti pH, stabilitas, kelarutan, jenis bahan, serta karakteristik formula dapat memengaruhi hasil akhir produk.

Inilah alasan mengapa proses pengembangan skincare sebaiknya tidak hanya berdasarkan tren ingredients.

Dibutuhkan proses formulasi dan pengujian untuk memastikan formula dapat dikembangkan dengan baik sesuai konsep produk.

4. Pertimbangkan Tekstur dan Kenyamanan Penggunaan

Konsumen tidak hanya melihat ingredients.

Texture dan sensorial experience juga dapat memengaruhi pengalaman menggunakan skincare.

Serum yang memiliki ingredients menarik tetapi terasa terlalu lengket, sulit diratakan, atau kurang nyaman digunakan mungkin akan membuat konsumen enggan menggunakannya secara rutin.

Karena itu, ketika mengembangkan produk melalui maklon skincare, tekstur juga perlu menjadi bagian dari konsep.

Apakah kamu menginginkan tekstur:

  • Lightweight?
  • Gel?
  • Watery?
  • Milky?
  • Creamy?
  • Fast absorbing?
  • Non-sticky?

Konsep tekstur dapat disesuaikan dengan jenis produk dan karakter target market.

5. Hero Ingredients Bisa Menjadi Identitas Produk

Salah satu strategi yang dapat digunakan brand owner adalah menentukan hero ingredients.

Hero ingredients merupakan bahan yang menjadi salah satu fokus utama dalam konsep dan komunikasi produk.

Contohnya, sebuah brand dapat membangun produk dengan positioning yang menonjolkan:

Niacinamide + Skin Barrier

atau

Hyaluronic Acid + Hydration

atau konsep lain yang sesuai dengan target market dan hasil pengembangan formula.

Dengan memiliki fokus yang jelas, konsumen akan lebih mudah memahami apa yang menjadi keunggulan produk tersebut.

6. Jangan Lupa dengan Stabilitas dan Keamanan Formula

Ingredients yang populer belum tentu cocok untuk semua jenis formula.

Formula skincare perlu dikembangkan dengan memperhatikan stabilitas dan keamanan produk. Karena itu, proses pengembangan sebaiknya melibatkan tenaga yang memahami formulasi kosmetik dan proses produksi sesuai standar yang berlaku.

Pengujian dan evaluasi formula menjadi bagian penting sebelum produk masuk ke tahap produksi massal.

Tujuannya bukan hanya menghasilkan produk dengan ingredients menarik, tetapi juga menghasilkan formula yang memiliki kualitas dan konsistensi yang baik.

7. Ingredients Harus Mendukung Strategi Brand

Pengembangan skincare sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan:

“Mau pakai bahan aktif apa?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Produk ini dibuat untuk siapa dan masalah apa yang ingin dijawab?”

Dari sana, brand owner dapat menentukan konsep produk, ingredients, tekstur, kemasan, hingga komunikasi pemasaran secara lebih terarah.

Misalnya, brand yang ingin membangun image minimalist skincare mungkin lebih cocok menggunakan konsep formula yang sederhana tetapi memiliki tujuan yang jelas.

Sementara brand yang menyasar konsumen yang gemar mencoba active ingredients dapat mengembangkan konsep yang lebih spesifik dengan hero ingredients tertentu.

Mulai Bangun Brand Skincare dengan Konsep yang Jelas

Membangun brand skincare sendiri bukan hanya tentang memilih ingredients yang sedang populer.

Dibutuhkan proses mulai dari menentukan konsep produk, target market, pengembangan formula, pemilihan kemasan, hingga proses produksi dan legalitas.

Melalui layanan maklon skincare, brand owner dapat berkonsultasi untuk mengembangkan produk sesuai konsep dan kebutuhan target market.

Bersama PT. Eshbi Putra Indonesia, kamu bisa mengeksplorasi konsep produk skincare dengan dukungan proses dari pengembangan formula hingga produk siap dipasarkan.

Kamu punya ide skincare? Jangan hanya ikut tren ingredients. Bangun formula yang punya konsep dan tujuan yang jelas bersama Eshbi.

Mulai langkahmu jadi beautypreneur hari ini bersama Eshbi!

Berita Terpopuler

Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar
Perbedaan Day Cream dan Night Cream: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakai yang Benar

Dalam dunia skincare, day cream dan night cream adalah dua produk perawatan wajah yang sering digunakan setiap hari. Meski terlihat mirip, keduanya me...

Baca Selengkapnya >
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner
OEM dan ODM: Pengertian, Perbedaan, dan Keuntungannya untuk Brand Owner

OEM dan ODM adalah dua sistem produksi yang banyak digunakan oleh brand owner untuk memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik....

Baca Selengkapnya >